MENU

Minggu, 06 Maret 2016

Haiyaa Ahmad Dhani mau pimpin Jakarta? Jadi Kades aja belum tentu dipilih!!!

     Menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, tidak semudah membolak balikan telapak tangan mas Dhani. Orang mau jadi pemimpin itu harus melewati tangga atau tahap untuk mencapai ke level yang  lebih tinggi. Tidak instan seperti merebus indomie seperti iklan anaknya mas Dhani, sekali rebus langsung jadi. Ketenaran sebagai artis itu bukan jaminan bagi seseorang menjadi seorang pemimpin dan tidak juga dengan menjual harta benda untuk dijadikan modal kampanye, gaya dan praktik seperti itu sudah usang ditelan zaman . Berdiri di depan panggung untuk menyanyi itu tidak sama dengan berdiri di depan panggung untuk berpidato. Jadi intinya untuk jadi pemimpin itu harus mulai dari bawah, jadi calon Kades misalnya, itupun kalau terpilih kalau tidak ya tidak mungkin nyalon jadi Bupati. Dan ingat satu hal yang paling penting dari semua itu adalah hal mengenai urusan "Rumah tangga". Rumah tangga adalah patokan bagi masyarakat sebagai pemilih untuk menilai apakah orang ini pantas jadi pemimpin? Kalau Rumah Tangganya tidak beres atau broken home, hmm..mikiiirrr!!! 
     Menjadi pemimpin apalagi selevel ibukota DKI Jakarta itu harus memiliki pengalaman dan ilmu yang mumpuni serta memiliki latarbelakang yang bagus. Kita ambil contoh Pak Ahok misalnya, prestasi Pak Ahok itu sudah tak diragukan lagi dan sudah terbukti begitu banyak program yang dilakukannya umtuk Jakarta lebih baik meskipun masih banyak juga yang belum tetapi minimal sudah lebih baik dari yang sebelumnya. Hal yang paling patut kita salut dari kepemimpinan Pak Ahok adalah sikap dan tindakannya yang tegas terutama dalam melawan berbagai mafia Anggaran dan pemberantasan mafia - mafia lainya seperti preman dan praktik prostitusi seperti di Kalijodo baru - baru ini. Meskipun apa yang dilakukan Ahok itu banyak juga kalangan yang menganggap bahwa tindakan Ahok itu telah "mematikan" tali kehidupan masyarakat dan tidak manusiawi. Bagi saya pribadi anggapan seperti itu sungguh sangat keliru. Justru yang tidak manusiawi itu adalah praktek prostitusi itu sendiri. Praktek prostitusi di kalijodo itu membuat hancur masa depan generasi bangsa terutama para wanita yang dipaksa bekerja menjadi wanita penghibur yang seharusnya mereka melahirkan manusia - manusia baru tetapi hal itu tidak bisa mereka alami karena harga diri mereka telah diperjualbelikan oleh para mafia perdagangan manusia, sehingga mesa depan merekapun akhirnya mati, kasihan!!!
     Ketika pemda DKI berencana merevitalisasi kalijodo, warga kalijodopun protes keras dan bahkan menantang dan menyatakan perang melawan Ahok. Ketika hingar bingar kalijodo sedang hangat dibicarakan, tiba - tiba muncul seorang "pahlawan kesiangan" Om Ahmad Dhani mengunjungi X-jodo, apa tujuanya? Apakah untuk memikat perhatian warga dalam rangka pilkada? atau mungkin mencari jodoh di kali jodo barang x ada jodoh? Hehehe. Cara-cara seperti itu bukan zamannya Om, sekarang masyarakat sudan pada pinter untuk menilai mana yang benar - benar memperhatikan rakyat dan mana yang hanya  mencari perhatian rakyat alias pencitraan. Masyarakat juga sudah pinter untuk menilai mana calon pemimpin yang track recordnya bagus dan mana yang track recordya " preketek"? Yang tahu cuma Ahmad Dhani.

Salam sukses Dan...